Sejarah Singkat PP. Al-Maliki Duren

Sejarah Singkat dan Perkembangan Pondok Pesantren Al-Maliki

Awal Berdirinya Pondok Pesantren Al-Maliki

Pondok Pesantren Al-Maliki memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna, bermula pada tahun 1935. Cikal bakal dari pesantren ini dimulai dengan pendirian sebuah musholla kecil yang didirikan oleh seorang ulama besar, Kyai Haji Ridwan (atau dikenal dengan nama Kyai Bangsari). Musholla ini didirikan sebagai tempat untuk mengaji dan mendalami Al-Qur'an serta ilmu agama bagi anak-anak yang tinggal di sekitar dusun Duren, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Pada masa itu, masyarakat sekitar sangat antusias dalam mempelajari agama, dan Kyai Haji Ridwan bersama istrinya, Hj. Naisah/Aisyah, menjadi pengasuh yang memberikan pengajaran dan bimbingan.

Pondok pesantren ini dimulai dengan kapasitas yang sangat sederhana, dengan hanya beberapa anak yang belajar dan belajar mengaji Al-Qur'an. Kegiatan pengajaran tersebut sangat tradisional, dimana pengajaran lebih menekankan pada pembelajaran tentang tauhid (ilmu ketuhanan), akhlak (etika dan tata krama), serta muamalah (ilmu tentang hubungan sosial dalam Islam). Sistem belajar yang diterapkan juga sangat sederhana, sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa itu.

Di antara anak-anak Kyai Haji Ridwan yang berperan besar dalam perjalanan pondok pesantren ini adalah Siti Rohmah, yang kemudian menikah dengan Bindereh Kafil (Kyai Qurtubi, yang juga dikenal dengan nama KH. Abdul Malik) pada tahun 1956. Kyai Qurtubi adalah putra pertama dari KH. Hadiri dan Nyai Yumna. Nyai Yumna adalah putri dari Kyai Syarif, yang dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Kyai Syarifudin di Wonorejo, Kedungjajang, Lumajang.

Perkembangan Pondok Pesantren ini semakin pesat setelah pernikahan Siti Rohmah dan Kyai Qurtubi, yang mendirikan Diniyah, yang kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Pada tahun 2000, nama Pondok Pesantren ini diubah menjadi Pondok Pesantren Al-Maliki, yang merupakan langkah signifikan untuk menciptakan pondok pesantren yang lebih modern dan siap menghadapi tantangan zaman.

Perkembangan Pondok Pesantren Al-Maliki

Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Al-Maliki terus berkembang dan semakin memiliki kontribusi besar terhadap dunia pendidikan, baik dalam bidang agama maupun pendidikan formal. Pada tahun 1980, Pondok Pesantren ini mulai membuka pendidikan formal dengan berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum, yang dikelola oleh Nyai Hajjah Muzayyanah, putri pertama dari KH. Abdul Malik, bersama suaminya H. Abdullah Ubaid.

Pada tahun 1986, didirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Miftahul Ulum, yang dipimpin oleh Drs. As’ad Malik (putra kedua KH. Abdul Malik) dan dibantu oleh putra ketiganya, Syaifuddin. Kemudian, pada tahun 2000, didirikan pula Madrasah Aliyah Miftahul Ulum, yang merupakan kelas jauh dari Madrasah Aliyah Syarifudin di Pondok Pesantren Kyai Syarifudin Wonorejo, Kedungjajang, Lumajang. Pada saat ini, Ustadz Satuyar Mufid, menantu KH. Abdul Malik, menjadi kepala sekolah pertama di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum.

Pada tahun 2000, sebagai bagian dari pembaruan, keluarga pengasuh sepakat untuk mengubah nama Pondok Pesantren Miftahul Ulum menjadi Pondok Pesantren Al-Maliki. Pada saat yang bersamaan, juga dibentuk Yayasan Al-Maliki dengan akta notaris yang terdaftar pada Ari Mudjianto, SH, dengan nomor 21 tanggal 24 Oktober 2000. Yayasan ini menjadi pengelola utama Pondok Pesantren Al-Maliki. Struktur pengurus Yayasan Al-Maliki pada waktu itu terdiri dari berbagai nama penting, seperti:

  • Ketua Umum_ : Drs. As’ad Malik, MA
  • Ketua I_ : H. Abdullah
  • Ketua II_ : Syaifuddin
  • Ketua III_ : Habibullah, S.Pd, MA
  • Sekretaris I_ : Drs. Satuyar Mufid, MA
  • Sekretaris II_ : Istiqomah, SAg, MA
  • Sekretaris III_ : Abdul Rofiq, S.Pd.I
  • Bendahara I_ : Hj. Muzayyanah
  • Bendahara II_ : Tutuk Fajriyah, SH
  • Bendahara III_ : Mu’allimah

Perubahan Nama dan Ekspansi Lembaga Pendidikan Al-Maliki

Pada tahun 2003, Pondok Pesantren Al-Maliki melakukan perubahan besar dengan mengganti nama berbagai unit pendidikan di bawah naungannya. Di antaranya adalah:

  • Roudlotul Athfal yang diubah menjadi Taman Kanak-kanak (TK), yang dipimpin oleh Ny. Hj. Muzayyanah.
  • MI Miftahul Ulum berubah menjadi Sekolah Dasar Islam (SDI) Al-Maliki, yang dipimpin oleh Ustadz H. Abdullah hingga 2009, sebelum digantikan oleh putranya Shofiyulloh Al-Ghozali, SE., M.Pd.
  • MTs. Miftahul Ulum berubah menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Maliki, yang dipimpin oleh Syaifuddin.
  • Madrasah Aliyah Miftahul Ulum menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Maliki, dengan jurusan Tata Busana, Peternakan, dan mulai tahun ajaran 2009/2010 ditambahkan Teknik Otomotif dan Teknik Komputer Jaringan, yang dipimpin oleh Habibullah, S.Pd, MA.
  • Madrasah Diniyah Miftahul Ulum menjadi Madrasah Diniyah Al-Maliki, yang dipimpin oleh putra keenam A. Rofiq, S.Pd.I.

Pendidikan yang Menyongsong Masa Depan

Hingga saat ini, Pondok Pesantren Al-Maliki terus berkembang pesat dengan menghadirkan beragam unit pendidikan yang dapat diakses oleh masyarakat. Pada tahun 2023, Pondok Pesantren Al-Maliki memiliki berbagai lembaga pendidikan, antara lain:

  • PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
  • TK (Taman Kanak-Kanak)
  • SDI (Sekolah Dasar Islam)
  • SMP (Sekolah Menengah Pertama)
  • SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)
  • MA (Madrasah Aliyah)
  • MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah)
  • MMU (Madrasah Miftahul Ulum) B-62 Ranting Sidogiri (tingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah)

Sejak tahun 2003, Pondok Pesantren Al-Maliki dikelola oleh Yayasan Al-Maliki, dengan kurikulum yang menggabungkan tiga komponen utama:

  1. Kurikulum Pondok Pesantren Al-Maliki yang sesuai dengan standar Kementerian Agama Republik Indonesia untuk madrasah diniyah.
  2. Kurikulum Pendidikan Nasional, yang digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan umum.
  3. Kurikulum Pondok Pesantren Sidogiri, yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan di Madrasah Ranting Sidogiri.

Peran Pondok Pesantren Al-Maliki dalam Masyarakat

Pondok Pesantren Al-Maliki telah menjadi lembaga pendidikan yang sangat dihormati dan berpengaruh di masyarakat, khususnya di kawasan Lumajang dan sekitarnya. Dengan visi untuk memberikan pendidikan agama yang kokoh sekaligus pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan zaman, Pondok Pesantren Al-Maliki memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan berakhlak mulia.

Dari awal yang sederhana dengan musholla yang hanya menampung anak-anak untuk belajar mengaji, Pondok Pesantren Al-Maliki kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang memiliki berbagai unit pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan kejuruan, yang semuanya bertujuan untuk membekali santri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka.

Silsilah Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Maliki

Pendiri Pondok Pesantren Al-Maliki, Ahmad Kafil, yang sejak kecil dikenal dengan nama Bindereh Kafil, lahir di Wonorejo, Kedungjajang, Lumajang, tepatnya di Pondok Pesantren Kyai Syarifudin. Sejak kecil, beliau telah dibekali ilmu agama yang mendalam oleh kedua orang tuanya, KH. Hadiri dan Nyai Yumna. Nama Bindereh Kafil kemudian berubah menjadi Ahmad Ali Al-Qurtubi setelah menikah dengan Siti Rohmah di Dusun Duren, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono.

Setelah menunaikan ibadah haji, beliau mengganti namanya menjadi H. Abdul Malik yang lebih dikenal dengan panggilan KH. Abdul Malik. Beliau mulai berjuang dalam mensyiarkan agama Islam di Dusun Duren sejak tahun 1956, dalam kondisi yang penuh tantangan. Pada saat itu, warga di Dusun Duren belum memiliki pemahaman agama Islam yang mendalam, dan pada tahun 1964-1965 Indonesia mengalami gejolak politik yang dikenal dengan istilah G30S/PKI. Meskipun demikian, dengan izin Allah, perjuangan KH. Abdul Malik dalam menegakkan Islam di wilayah tersebut berhasil dan memperoleh banyak pengikut yang setia.

Kesimpulan

Pondok Pesantren Al-Maliki adalah contoh nyata dari keberhasilan pendirian sebuah lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang seiring waktu, berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang kokoh dan pengelolaan yang profesional. Dengan kombinasi pendidikan agama yang mendalam dan pendidikan umum serta kejuruan yang relevan dengan perkembangan zaman, Pondok Pesantren Al-Maliki terus memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi yang berkualitas, mampu bersaing di dunia global, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip moral dan agama.